Jodoh Orang Tanah Abang? Nehi

Yup! Berdasarkan pengamatan dan cerita suami, mereka yang hidupnya di Tanah Abang enggan kalo harus berjodoh dengan sesama orang Tanah Abang.

Menurut suami, hal jelek dari rakyat disini adalah sifat mereka yang matrealistis. Menikah jangan harap jika kelas ekonomi nya jomplang.

Dikutip dari dongeng Suami sebelum tidur, waktu awal Suami dagang mulai dari nol, dia ngga dianggep sama sekali sama para pedagang senior. Begitu usahanya pelan pelan mulai naik, baru deh banyak yang ‘minta’ (red: dijadikan mantu). Ada yang datang langsung ke orangtuanya, malah ada juga yang terang terangan ke kios untuk kasih amplop berisi….foto anaknya!

Padahal yaa, saya amati cowok cowok yang dagang di Tanah Abang lumayan ‘kaku’ dalam hal bergaul dengan cewek.
Ngga heran kalo akhirnya banyak yang pacarannya sama karyawan sini. Ada juga sih kisah sukses mereka sampai ke pernikahan. Tapi banyak juga yang terjegal sama restu Orangtua.

Jadi, walaupun disini banyak bujangan yang belum menikah, tapi susah rasanya buat saya bantu cariin jodoh. Pernah ada cewek muda yang nyewa kios suami, saya lihat profilnya cocok kalo saya jodohin sm teman yang sama sama dagang di Tanah Abang. Tapi apa daya begitu saya tanya mau ngga jodohnya orang sini, dia tegas menjawab “dari luar ajalah. Kl sama sama orang Tanah Abang ribet!”.

Hiks….sori ya bro!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s