Mendadak Lunas

Jadi begini ceritanya,

Jumat kemarin (22/1), saya lagi jaga kios seperti biasa dengan karyawan.
Karyawan saya masih baru, karena yang sebelumnya kami berhentikan setelah 4 tahun kerja.

Tiba tiba dia terlihat memanggil seseorang dari eskalator. Lalu dia bilang, “eh itu orang Malaysia (U)ni! Panggil sini ah…”
Rupanya yang dia panggil adalah langganan toko tempat dia kerja sebelumnya. Dan karena dia tahu target market kita orang Malaysia, dia berinisiatif agar si langganan datang ke kios. Ngga lama datanglah karyawan saya dengan 2 orang wanita, tapi anehnya mereka menolak untuk masuk dan lihat lihat. Mereka cuma sampai di depan kios dan terlihat awkward.
Setelah saya perhatikan, sepertinya saya tahu salah satu dari mereka. Dari postur wajah dan gaya bicaranya, sepertinya dia orang yang punya hutang dengan suami.

Jadi bulan Ramadhan tahun lalu, saya sempat menemani Suami menagih hutang ke orang tsb. Jumlahnya lumayan lah, lebih dari 2 digit. Hutang itu berasal dari pesanan barang yang belum dibayar lunas. Tapi benar benar tidak ada itikad baik untuk pembayarannya sama sekali.
Bayangkan, saya dan suami harus 2x bolak balik ke hotel tempat dia menginap, karena dia tidak muncul. Suami sengaja tidak memberi tahu kedatangannya ke hotel, bahkan Suami hanya tahu kalau ybs sedang di Indonesia untuk belanja barang dagangan dari status Fb. Dari status Fb juga Suami kesal karena tahu dia di Malaysia baru membuka usaha kuliner.

Untunglah petugas hotel mau diajak kerjasama setelah dijelaskan maksud kedatangan kita. Begitu dia turun dari taksi malam malam, suami langsung cegat dia. Akhirnya setelah perdebatan alot, baru lah dia mau mengeluarkan uang untuk melunasi separuh hutangnya. Hih!

Nah, balik ke cerita awal. Karena si karyawan baru ngga hapal namanya, suami kasih lihat foto untuk memastikan orangnya. Setelah dibenarkan itu orang yang sama, akhirnya setelah tutup toko dan mengantar saya pulang, Suami balik lagi ke Hotel tempat dia menginap untuk menagih sisa hutang. Yah walaupun dia sempat mengelak dengan bilang tadi sudah ke toko dan mencari suami saya, Alhamdulillah hutangnya sudah dilunasi. Besoknya Suami jemput dia ke Hotel dan mengantar untuk tukar uang di Ayumas.

Soal hutang piutang ini ya, sebenarnya masih ada beberapa orang Malaysia yang memiliki hutang dengan Suami. Makanya, sekarang saya bersikap tegas kalau pembayaran harus sudah lunas sebelum barang dikirim.
Nagih hutang itu melelahkan, you know…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s