All About Porter

Tahukah anda, bila pedagang belanja dalam partai besar di Tanah Abang, mereka hanya jalan lenggang kangkung tanpa bawaan?
Yang mereka simpan di dompet hanyalah nota dari toko toko langganan sebagai bukti transaksi.

Berikutnya, tugas si pemilik toko lah yang mengantarkan belanjaan mereka ke hotel tempat langganan menginap, atau di pool ke kios lain untuk dikumpulkan dan dikirim.

Nah urusan kirim dan antar tentulah kita butuh bantuan porter. Ya, selain melayani pengunjung, porter juga kerap dibutuhkan oleh pemilik toko. Bahkan ada porter yang terkenal rajin dan jujur, diangkat menjadi porter tetap/freelance di beberapa toko.

Bahkan pengunjung yang berusia lanjut dan tidak ditemani, kadang minta bantuan Porter untuk mengawal selama dia berbelanja. Mungkin juga dari segi keamanan juga lebih terjamin.

Tarif untuk membawa dan mengawal selama belanja saya kurang paham. Yang jelas untuk antar dan kirim, tarif disesuaikan dengan besarnya bawaan. Malah waktu pasar lagi sepi, banyak porter yang banting harga dengan tarif 10-15rb untuk membawakan belanjaan.

Tapi yang memprihatinkan, banyak porter yang belum bisa baca tulis. Secara waktu saya tahu karyawan baru saya hanya lulusan SMP aja udah bikin kaget, ini malah banyak porter yang buta huruf. Ironis ngga sih? MEA sudah terjadi tapi SDM kita kualitasnya seperti ini. Apalagi Tanah Abang juga banyak dikunjungi oleh wisatawan atau pedagang mancanegara. Tentulah porter yang bisa berbahasa asing akan lebih memudahkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s