Mimpi Saya

Menikah, dan memutuskan untuk tidak bekerja, sebenarnya saya lebih suka bila punya usaha sendiri yang berbeda dari Suami.

Sepertinya masih bisa mandiri dan punya pegangan dari segi finansial rasanya menyenangkan. Tapi apa daya, Suami yang Single Fighter masih lebih membutuhkan saya sebagai Partner usaha.

Maka itu, saya berusaha memperkuat Online Shop milik saya sendiri. Yang walaupun awalnya hanya menjual baju produksi Suami, namun merk, logo dan konsepnya semua saya buat dan terpisah dari bisnis Suami. Bahkan kini saya juga menjual baju dari produsen lain, yang tentunya masih ‘sewarna’ dengan baju buatan konveksi sendiri.

Impian saya tentunya punya kios sendiri. Yang semua dari awal saya yang mengatur. Dari pemilihan barang, pengaturan lay out, sampai konsep saya yang pilih. Saya makin ngga sabar, karena saya lihat di Tanah Abang belum ada kios yang konsepnya modern & girly seperti yang saya impikan. Ngga heran sih, soalnya karakter orang disini lumayan konservatif. Apalagi rata rata pedagang disini merupakan generasi kesekian yang merupakan penerus usaha keluarganya, termasuk Suami.

Bayangan saya, besok kios saya dan Suami berdekatan. Namun tetap dengan konsep masing masing. Sehingga kita bisa saling memperkuat penjualan, namun tetap punya waktu untuk bersama.
Ada Aamiin disini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s