Sama Sama Lupa

Jadi ini sebenernya kejadian hari Jumat (5 Feb) kemarin. Cuma sebagai blogger sejati *tsaaah, tentu saya harus wawancara narasumber dulu sebelum nulis. Kebetulan narasumbernya ngga lain adalah….karyawan saya sendiri hehe.

Jadi Jumat itu, saya memutuskan untuk istirahat di rumah karena demam yang ngga sembuh sembuh. Akhirnya Suami hanya berdua dengan karyawan yang jaga kios. Nah, pas jam Sholat Jumat, suami ijin untuk Sholat diatas. Tinggal lah si karyawan baru, sebut aja Lala, sendirian di kios.

Nah pas Lala jaga sendiri itu, datanglah seorang pembeli dari luar kota. Ibu itu bilang mau coba jualin di daerah dia tinggal, tapi kalau ngga laku mau dipakai sendiri. Setelah pilih pilih baju dan mau bayar, ternyata uangnya kurang 100rb. Dimintalah si Lala untuk anterin dia ke ATM. Dan si Lala ini ya pemirsa, setelah saya interogasi keesokan harinya, cuma nutup toko pakai kursi dan patung pajangan aja dong. Tanpa mengunci laci kas dan bawa kuncinya 😥.

Untungnya sih ngga terjadi apa apa, walaupun saya peringatkan dia lain kali untuk berhati hati bila diminta pembeli buat anter ke ATM. Karena ternyata si Ibu bukan langganan saya. Tipu menipu di Tanah Abang tuh berbagai macam modus, sehingga kita harus ekstra waspada.

Setelah Lala anter Ibu itu ke ATM, Ibu itu lalu menyerahkan sejumlah uang lalu bergegas pergi. Nah, disini masalah bermula. Ternyata yang seharusnya Ibu itu membayar kekurangan 100rb sisanya, dia malah bayar penuh lagi. Alhasil jadi kelebihan deh. Lala sudah berusaha mengejar Ibu tadi, tapi ngga ketemu. Akhirnya dia simpan uangnya di laci kas. Lucunya, Lala ini ngga berani ngomong ke Suami karena takut dimarahin. Suami baru sadar ada kelebihan uang waktu mau closing dekat jam tutup. Itu pun suami pikir uang itu hasil penjualan hari hari sebelumnya.

Yang bikin bingung, si Ibu itu sepertinya belum ngeh kalau dia kelebihan bayar. Karena sampai hari ini ngga ada yang menghubungi kita. Fyi, di nota dan kantong plastik ada nomer kontak kita yang bisa dihubungi. Lala pun lupa mencatat nomer kontak ybs, dia hanya tahu si Ibu ke Jakarta dalam rangka perjalanan dinas.

Well, semoga begitu Ibu itu sampai di kotanya, dia mudah mudahan langsung bikin kalkulasi budget dan sadar kl ada kesalahan bayar di kios saya. Aamiin…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s