Simpati Saya Buat Pedagang Kecil

Sejak ganti karyawan, makin banyak lah penjual jajanan dan makanan yang saya kenal. Mungkin karena karyawan sekarang lebih muda, jadi lebih banyak ngemil. Beda sama karyawan saya sebelumnya, yang usianya bahkan lebih tua dari saya dan suami, sudah punya anak, dan postur badannya tipis banget.

Nah hari ini, paska hujan yang sudah 2 hari mengguyur jakarta, saya yang sebenernya habis sarapan mie ayam dekat rumah kok butuh cemilan. Sebelum makan siang nasi uduk yang sudah saya siapkan. Akhirnya saya beli lah lontong oncom jualannya si Teteh.

Habis membayar, cerita lah si Teteh ini kalo tadi pagi dia ketangkep sama Satpam karena jualan makanan keliling. Dia sudah dipaksa ke kantor pengelola di lantai 9, dan wajib bayar denda sebesar 200rb rupiah jika ingin dagangannya yang sudah disita diambil kembali. Si Teteh yang ngga rela pagi pagi sudah harus keluar uang akhirnya meronta ronta. Dicakar dan dipukul lah si satpam sampai kesakitan dan akhirnya si Teteh dilepas lagi. Disini saya cuma bisa melongo karena Teteh yang saya kenal cara ngomong dan sikapnya agak manja khas Sunda, tapi bisa segahar itu kalo udah menyangkut harta bendanya hehe.

Lalu saya sampaikan kalau si Ajo langganan Teh Telur suami bahkan bulan ini sudah 2x ketangkep. Teteh pun bilang kalo bulan kemaren dia juga 2x tertangkap. Bahkan Teteh ini sempat melihat Ajo yang sudah berumur, terkapar kelelahan saat melakukan hukuman push up 60x. Yang bikin kesal, satpam yang menangkap adalah satpam yang lagi patroli sendirian, bukan satpam yang lagi razia. Apalagi banyak juga satpam yang meminta jatah makanan jualan dari pedagang kecil secara cuma cuma. Di depan mata, saya pernah menyaksikan seorang Satpam yang mengikuti si Teteh sampai ke kios saya demi bihun goreng gratisan!

Sejujurnya saya prihatin dengan kondisi ini, karena disaat Pasar dalam kondisi sepi seperti ini malah razia yang digalakkan. Entah razia pedagang kecil atau perokok. Sementara copet makin banyak yang beraksi, malah korbannya pun sekarang bukan lagi pengunjung, tapi juga penghuni Tanah Abang. Di satu sisi, pengelola juga tidak memberikan tempat khusus pedagang kecil yang pastinya dibutuhkan oleh karyawan. Tidak mungkin juga mereka makan di food court yang mahal, apalagi dalam situasi seperti ini.

Salam dan peluk hangat saya buat sesama UKM, cheers!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s