Ramadhan Tahun Ini

image

Assalamualaikum ganteng dan cantik..

Jumpa lagi sama saya disini. Maaf banget yah lama baru update (err…ngga ada yang nungguin juga sik 😀 ).

Selamat menjalankan Ibadah Puasa bagi yang muslim. Bulan Ramadhan ini saya memang lebih banyak di rumah, alias ngga setiap hari ke toko.
Alesan utama sih pengennya biar lebih banyak ibadah. Abis nulis blog ini juga bentar lagi saya ibadah kok…. *tarikselimut hihihi.
Gimana ya, situasi pasar yang sepi bikin saya galau dan stres kalo di toko. Tahun kemarin memang ada penurunan, tapi ternyata tahun ini lebih parah. Penjualan menurun drastis banget, huft!
Sebetulnya gejalanya sudah terlihat dari tahun kemarin, pasca lebaran omzet perlahan lahan turun. Bahkan tahun ini ada bulan dimana saya sama sekali ngga laris (tidak terjual 1 potong pun) selama hampir dua minggu.

Ngga semua toko bernasib sama sih, baju koko, mukena, dan pakaian anak tetap bisa dapetin omzet ratusan juta sehari. Saya perhatikan, malah fashion wanita yang peruntungannya kurang. Entah kenapa. Mungkin karena online shop lokal sudah makin bermutu, ditambah situasi ekonomi Indonesia yang belum stabil. Kalau kasus saya ditambah dengan perekonomian Malaysia yang tidak terlalu bagus.

Makanya, daripada saya uring uringan lebih baik saya banyak di rumah. Ke toko hampir kalau ada acara aja sehabis tutup toko.
Karena jujur, banyak yang harus dikorbankan kalau saya ikut bekerja di toko. Yang paling simple adalah ngga ada waktu buat belanja bahan makanan. Yang ujungnya kita lebih banyak jajan dan boros. Terus juga waktu untuk olahraga yang tidak ada, padahal saya cinta banget sama yang namanya olahraga. Dan di apartemen kami tersedia fasilitas jogging track dan kolam renang. Sayang, waktunya ngga memungkinkan. Karena kalau ada waktu lebih, saya lebih suka pakai untuk memasak. Belum lagi masalah kesehatan, saya lebih banyak duduk yang berakibat bagian belakang saya sakit. Dan hanya hilang jika saya banyak berjalan kaki, belum lagi kalau suami lupa taruh kunci mobil di toko. Akibatnya saya tidur di ubin dingin yang ngga sehat, ujung ujungnya jadi sering flu. Dan yang terakhir adalah jam makan. Kalau di toko saya lebih banyak bingung untuk urusan makanan. Selain karena kurang selera, penjual makanannya juga itu itu aja jadi makin bosan. Akibatnya, saya kini punya maag yang lumayan sering kambuh. Makanya malah saya senang karena Ramadhan ini wajib puasa. Karena sehari hari saya makan cuma demi ngga mual dan sakit perut.

Nah sebab itulah saya pikir kalau omzet tidak ‘worth it’ lebih baik di rumah. Sering juga mikir kalo pasar sepi, dan saya tetap jaga toko sama karyawan serasa buang waktu aja. Yang namanya Ibu Rumah Tangga pasti ada aja yang bisa dikerjakan di rumah. Bikin jus buah, stok sambal & bumbu, cemilan sehat, bebenah rumah, sikat kamar mandi, dll.

Tentu saja, dalam situasi apapun yang namanya bersyukur mah kudu ya. Saya nikmatin aja kondisi seperti ini, mungkin rejeki yang kami terima saat ini hanya sekian. Toh, dalam masa sulit ini Alhamdulillah kita ngga kelaperan. Bahkan masih bisa mentraktir karyawan sesekali. Namanya juga dunia usaha, harus siap di posisi atas & bawah 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s